News

Senin, 21 Desember 2015

Unknown

POS Dan Jadwal Ujian Sekolah Tahun 2016 - Aplikasi Pendidik

Jadwal Ujian Sekolah US /SD/MI/SDLB 2016 dengan Kisi Kisi US Tahun 2016 Sederajat tahun Pelajaran 2015 dan 2016 dalam Paket POS Ujian Sekolah pada tingkat Sekolah Dasar, Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor : 045/h/hk/2015 tentang Prosedur Operasional Standar Ujian Sekolah/Madrasah Pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, sekolah dasar luar Biasa, dan penyelenggara program Paket a/ula tahun pelajaran 2015/2016.
POS Dan Jadwal Panduan Ujian Sekolah Tahun 2016

Penyiapan Paket Soal US/M
1. Kementerian menetapkan 25% (dua puluh lima persen) paket soal dengan cara mengidentifikasi dan memilih butir-butir soal dari bank soal nasional sesuai dengan kisi-kisi soal US/M Tahun Pelajaran 2015/2016.
2. Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama menyusun, menetapkan, dan merakit paket soal, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. menyusun 75% (tujuh puluh lima persen) paket soal dengan melibatkan para pendidik yang mewakili seluruh Kabupaten/Kota di wilayahnya;
b. merakit dan menetapkan paket soal US/M dengan cara menggabungkan 25% (dua puluh lima persen) paket soal dari Kementerian dengan 75% (tujuh puluh lima persen) paket soal yang ditetapkan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama;
c. melakukan finalisasi dan menata perwajahan (lay out) paket soal dapat melibatkan pendidik, dosen, dan ahli penilaian pendidikan;

PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH
Jadwal pelaksanaan US/M Tahun Pelajaran 2015/2016 sebagai
berikut:
US/M SD/MI dan SDLB
POS Dan Jadwal Ujian Sekolah Tahun 2016
KELULUSAN DARI UJIAN SEKOLAH/MADRASAH DAN KELULUSAN DARI
SATUAN PENDIDIKAN
A. Kelulusan US/M
1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M apabila peserta didik telah
memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan
pendidikan berdasarkan perolehan nilai US/M.

KELULUSAN DARI UJIAN SEKOLAH/MADRASAH DAN KELULUSAN DARI
SATUAN PENDIDIKAN
A. Kelulusan US/M
1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai US/M.
2. Kriteria kelulusan US/M ditetapkan melalui rapat pendidik sebelum pelaksanan US/M yang mencakup:
a. nilai minimal setiap mata pelajaran US/M; dan
b. nilai rata-rata minimal mata pelajaran US/M.

Selengkapnya unduh pada link dibawah ini...

Sabtu, 19 Desember 2015

Unknown

Download KKM Kurikulum 2013 Hasil Revisi Terbaru Untuk SD - Aplikasi Pendidik

Download KKM Kurikulum 2013 Hasil Revisi Terbaru Untuk SD

Aplikasi KKM Contoh KKM Kurikulum 2013 yang terbaru Kelas 1,2,4 dan 5 berbasis excel saat ini memiliki cara hitung KKM yan berbeda dengan sebelumnya, Kriteria Ketuntasan Minimal Kali ini memang yang terbaru dari Revisi Kemdikbud akan Kurikulum 2013 dan ini tahap perkembangan Hasil yang sudah terlihat oleh Guru Sekalian, bagaimana cara hitung KKM Kurikulum 2013 yang terbaru.
Lihat Panduan Penilaian K13 Baru

1. Kompetensi Inti
2. Kompetensi Dasar
3. Indikator Pencapaian Kompetensi
4. Kriteria Penentuan KKM
    a. Kompleksitas
    b. Daya Dukung
    c. Intake Siswa
5. Hasil KKM Dalam Aspek
    a. Sikap
    b. Keterampilan
    c. Pengetahuan

Baca Juga Download KKM KTSP 2006 Lengkap Kelas 1 S/d 6 Plus Penjas Dan PAI

Cara Hitung KKM Kurikulum 2013, Untuk Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.
Silahkan unduh pada link diibawah ini.

Jumat, 18 Desember 2015

Unknown

Download Panduan Dan Lembar Kerja Interaksi Orang Tua Siswa Pada Kurikulum 2013 - Aplikasi Pendidik

Download Panduan Dan Lembar Kerja Interaksi Orang Tua Siswa Pada Kurikulum 2013

Format Interaksi orang tua dalam Kurikulum 2013 yang baru sangat penting untuk rekan-rekan ketahui karena untuk diingatkan kembali saja Interaksi Orang tua dan sekolah memiliki alokasi waktu 1 Jam Pelajaran (45 menit), Peran Keterlibatan Orang Tua, Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, dan berkembang menjadi dewasa. Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah.
Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak- anaknya lebih bersifat pendidikan watak dan budi pekerti, latihan keterampilan dan pendidikan sosial, seperti tolong menolong, bersama-sama saling menjaga kebersihan rumah, menjaga kesehatan dan sejenisnya selain membimbing anak dalam belajar.
Tujuan Interaksi Orang Tua dan Sekolah Pada Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran
Terciptanya kesamaan pemahaman tentang Pembelajaran di Sekolah Dasar dalam Kurikulum 2013 antara Orang Tua dan Sekolah
Terciptanya keseimbangan pola didik antara di sekolah dan di rumah
Terciptanya hubungan/interaksi yang efektif bagi  peserta didik dengan orang tua

Hal ini bukanlah masalah yang tak dikenali bagaimana peran orang tua wali yang kurang memahami atau sekolah sendiri yang mau memberikan pemahaman, maka hasilnya sebagai berikut:
  • Kurangnya pemahaman orang tua terhadap pembelajaran di sekolah
  • Tidak mau tahu kesulitan anak dalam mengerjakan tugas terstruktur dan tidak terstruktur
  • Menganggap belajar tanggung jawab guru dan sekolah
Dan pada kendala yang telah dianalisis tersebut solusi dari revisi kurikulum 2013 yang baru ini adalah sebagai berikut dalam peran serta orang tua dalam pendidikan:

Keterlibatan dapat berupa:
1. menyediakan fasilitas belajar
2. mengawasi kegiatan belajar
3. kerjasama 
Download Panduan Dan Lembar Kerja Interaksi Orang Tua Siswa Pada Kurikulum 2013

Bentuk atau cara interaksi orang tua dalam mendorong dan meningkatkan prestasi belajar peserta didik:
1. Diskusi tentang pengalaman peserta didik di sekolah
2. Diskusi tentang materi pelajaran
3. Kerjasama yang sinergi antara orang tua dan sekolah

Silahkan unduh panduan dan format-format berikut Interaksi Orang Tua:

Kamis, 17 Desember 2015

Unknown

Cara Merumuskan Indikator Dan Sudahkah Tujuan Pembelajaran Anda ABCD Pada RPP - Aplikasi Pendidik

Cara Merumuskan Indikator Dan Sudahkah Tujuan Pembelajaran Anda ABCD Pada RPP

Merumuskan RPP atau merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (baca Panduan Pembuatan RPP Kurikulum 2013) tentu tak lepas dari sebuah Indikator dalam kurikulum 2013 bisa diartikan untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang nota bene sudah menjadi standar kompetensi yang sifatnya sudah nasional, Indikator memilik peran yang strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi dan sejatinya berfungsi sebagai berikut:
1.    Pedoman dalam merumuskan tujuan pembelajaran
2.    Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
3.    Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
4.    Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar

Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup kognitif (pengetahuan), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor). Indikator dikembangkan sesuai dengan (a) karakteristik peserta didik, (b) mata pelajaran,  (c) satuan pendidikan, (d) potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.

Rumusan Indikator yang baik itu harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain adalah:
1. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
2. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda
4. Hanya mengandung satu tindakan.
5. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur.
6. Mengunakan KKO yang lebih rendah tingkatnya dan atau sama dengan KKO yang terdapat pada KD.
7. Jumlah indikator minimal untuk satu KD sama dengan jumlah amanat yang terdapat pada KD tersebut.
8. Dalam satu KD harus ada indikator yang mengacu sekurangnya pada 2 dari 3 aspek kompetensi (kognitif, afektif dan psikomotor...

Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Mager dalam Dick dan Carey (1990) mengemukakan  bahwa dalam penyusunan Tujuan Pembelajaran harus mengandung tiga komponen, yaitu; (1) perilaku (behavior), (2) kondisi (condition), dan (3) derajat atau kriteria (degree). Instructional Development Institute (IDI) menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu sasaran (audience), sehingga rumusan tujuan itu menjadi empat komponen, yaitu:
a) Audience
b) Behavior,
c) Conditions,
d) Degree.
Komponen-komponen  tersebut lebih mudah diingat dengan bantuan menemonik ABCD.
A =  Audience yaitu siswa yang akan belajar.
B = Behavior yaitu perilaku spesifik yang akan dimunculkan oleh siswa setelah selesai proses belajarnya dalam pelajaran tersebut. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting, yaitu kata kerja dan objek.
C= Condition yaitu keadaan atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mendemonstrasikan perilaku yang dikehendaki saat ia dites.
D =   Degree yaitu tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai perilaku tersebut. Tingkat keberhasilan  ditunjukkan  dengan  batas  maksimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. Di bawah batas itu berarti siswa belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Berikut ini adalah beberapa contoh tujuan pembelajaran pada RPP di Sekolah Dasar, terutama pada mata pelajaran IPA: yang sudah memiliki pola ABCD

Melalui pengamatan bagian-bagian bunga (condition),  peserta didik (audience) dapat  menyebutkan (behaviour) paling sedikit empat bagian-bagian bunga (degree).

Melalui praktik mencangkok (condition), peserta didik (audience) dapat mendemonstrasikan cara-cara mencangkok (behaviour) dengan runtut (degree).

Melalui percobaan uji kandungan vitamin C pada buah-buahan tertentu (condition), peserta didik (audience) dapat membedakan buah yang mengandung vitamin C dan yang tidak mengandung vitamin C (behaviour)  dengan tepat (degree).

Melalui operasional peraga torso manusia (condition), peserta didik (audience) dapat menjelaskan proses pencernaan makanan (behaviour)  dengan runtut (degree).
Melalui operasional peraga daun (condition), peserta didik (audience) dapat mengklasifikasikan daun berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki (behaviour) dengan tepat (degree).